Review: Insidious: The Last Key, Benang Merah Cerita Insidious Semakin Jelas

Salah satu film horor yang ditunggu-tunggu akhirnya sudah bisa kamu saksikan di bioskop-bioskop Tanah Air. Insidious: The Last Key “menarik” alur ceritanya kembali sebelum Dr. Elise Rainier dan rekan-rekannya membantu Dalton yang terjebak dalam dunia astral. Apakah Insidious: The Last Key merupakan film horor yang menakutkan dan wajib masuk dalam daftar film horor terbaik tahun ini?

insidious 1

Source: Collider

Diawali dengan kisah kecil Elise yang tinggal bersama dengan keluarganya di kota New Mexico pada masa kolonial di Amerika Serikat, Elise sudah memiliki bakat untuk melihat hal-hal tak kasat mata yang berdampak buruk bagi dirinya sendiri karena sang ayah menolak kenyataan bahwa Elise memiliki kemampuan tersebut.

Memiliki luka dari sejak masa kecil karena perlakuan kasar dari sang ayah yang menghukum dirinya ketika ia mengatakan hal yang jujur ketika ia sedang berinteraksi dengan para hantu menjadi momok buruk yang dibawa Elise hingga ia menjadi orang dewasa. Ditambah lagi ketika ia dikurung dibawah tanah oleh sang ayah sebagai hukuman karena berinteraksi dengan para hantu dan menjadi celah awal Elise terbujuk oleh sang iblis untuk membuka pintu yang menjadi penjara bagi para roh-roh jahat. Keadaan semakin parah ketika ibunya sendiri meninggal diruang bawah tanah tersebut karena ulah sang iblis dan meninggalkan luka yang semakin dalam bagi Elise.

insidious 2

Source: Slashfilm.com

Berpuluh tahun setelah ia meninggalkan rumahnya karena perbuatan sang ayah, Elise dihadapkan kembali dengan sebuah kasus yang membuat ia kembali kerumah masa kecilnya. Dibantu oleh Specs dan Tucker sebagai asistennya, Elise mengingat kembali hal-hal yang pernah ia lalui selama masa kecil dirumah tuanya.

insidious 3

Source: Dvdreleases.org

Dibungkus dengan nuansa horor, komedi, human interest serta cinta, Insidious: The Last Key pantas masuk dalam film horor yang kamu nonton pada tahun ini. Sisi jump scare-nya jauh lebih banyak dibandingkan 3 film sebelumnya – iya, saya banyak terkejut kali ini, well done Adam Robitel.

Mengungkap masa kecil dari Elise sebagai ide cerita dari film keempat franchise Insidious merupakan langkah yang cerdas untuk menghubungkan film ini dengan film pertamanya yang dirilis pada 2010 lalu. Benang merah kenapa Dalton dihantui oleh iblis terjawabkan pada film ini.

insidious 5

Source: Dvdreleases.org

Sisipan komedi oleh Specs (Whannell) dan Tucker (Angus Sampson) untuk meredakan sedikit ketegangan dari Insidious: The Last Key  patut diberikan apresiasi sebelum kamu terkejut dengan adegan-adegan menyeramkannya. Alur naik turun dari tingkat ketegangan dan “bernafas” sejenak disisipkan dengan baik oleh sang sutradara.

insidious 6

Source: Collider.com

Sentuhan sedikit human interest juga ikut ditampilkan dalam film ini seperti ketika Elise mengingat kembali barang-barang masa kecilnya dan terutama ketika ia menemukan peluit dari sang adik yang diberikan oleh ibunya, dan ya peluit tersebut menjadi bagian penting dari puncak film ini. Namun inilah yang membuat Insidious: The Last Key terasa biasa saja ketika jiwa Elise dibawa oleh sang iblis dan ia hendak dibunuh oleh iblis. Dibantu oleh keponakannya yang memiliki kemampuan supranatural, Elise meniup peluit tersebut dan sang ibu tiba-tiba datang lalu menghardik iblis seketika itu juga iblis “kuat” tersebut lenyap begitu saja.

Bagi penikmat film horor, adegan klimaks tersebut dirasa sangat biasa dan menurunkan ekspetasi yang sudah bagus dibangun dari awal hingga menjelang akhir film Insidious: The Last Key. Bahkan dalam forum Rotten Tomatoes, para pengamat film menyayangkan penurunan ini.

Rangkuman singkat dari Insidious: The Last Key, sutradara Adam Robitel membungkus dengan cukup baik awal cerita hingga menjelang akhir film keempat ini. Latar belakang Elise menarik untuk diikuti mengingat Elise merupakan salah satu kunci utama dari film-film sebelumnya, acting dari Lin Shaye (Elise) juga memukau penonton Insidious. Kejutan-kejutan baru dari film ini patut diacungi jempol, terbukti dari teriakan orang-orang bioskop yang menyaksikan film ini heboh disetiap detiknya. Namun hal yang sangat disayangkan adalah klimaksnya yang biasa saja.

Namun untuk kamu yang suka dengan genre horor dan mengikuti Insidious, tentu film ini harus masuk dalam daftar menonton kamu. Selamat menonton!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s