Peran Minimalisme dalam Perayaan Imlek Aku

Menjelang tahun baru Imlek 2570, kebanyakan masyarakat Tiong Hoa mulai memikirkan pakaian apa yang akan dikenakan pada hari pertama penyambutan Imlek. Mulai dari kepala hingga ke ujung kaki sudah dipersiapkan dalam visual sebetapa kerennya penampilan dalam balutan semua hal yang baru. Tapi, berbanding terbalik dengan diriku yang lebih memilih untuk mencoba menerapkan minimalisme dimomen paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat Tiong Hoa yang umumnya menampilkan segalanya dengan hal yang baru.


Minimalisme menurutku adalah sebuah gaya hidup yang melepaskan diri dari berbagai materi-materi yang tidak benar-benar dibutuhkan yang akhirnya membuat diri menjadi terbebani karena benda-benda tersebut.

Ini adalah pengertian umum yang aku pikirkan dalam diriku mengenai gaya hidup ini. 1 bulan sebelum Imlek, aku sudah mulai serius untuk mendalami mengenai minimalisme, langkah yang aku lakukan adalah untuk tidak membeli pakaian baru untuk Imlek tahun ini. Alasannya, sederhana, aku pikir aku masih memiliki cukup banyak baju yang masih sangat layak untuk aku kenakan, bahkan menurutku masih terlihat keren.

Mulai dari situlah aku menantang diri untuk mulai memilah apa yang aku butuhkan dan inginkan. Tapi apakah berjalan dengan mulus? Bisa dibilang cukup mulus sampai akhirnya aku pergi ke supermarket untuk belanja buah dan susu, terlihat satu lorong yang menampilkan koleksi baju kekinian dengan harga yang sangat terjangkau. Seketika aku langsung memvisualisasikan diriku mengenakan pakaian tersebut dengan celana yang sesuai dan ditambah gaya rambut khas diriku, hahaha, serta baju luaran untuk menambah keampuhan dari penampilan diriku.

Disaat itu juga aku bergelut didalam pikiran, “Beli engga yah, bajunya bagus warna juga oke sama harga murah nih”, ketika terdiri disana beberapa menit kemudian aku berhasil melangkah dengan bangga dan berkata dalam diri, “Balik ke misi & ingat kebutuhan”. Hei, aku berhasil!

Terdengar sepele, mungkin, tapi percayalah kalau sudah dihadapkan pada pilihan untuk beli atau tidak dengan kondisi yang sangat memungkinkan untuk membeli barang tersebut akan terjadi berbagai pertentangan dalam diri untuk mengambil keputusan.

Di Pontianak sendiri, Imlek merupakan perayaan hari raya yang meriah. Maka tidak jarang berbagai merek baju memberikan potongan harga yang menarik. Berkat dari penerapan minimalisme inilah aku bisa terlewat dari “ilusi harga murah”.

Masih banyak hal yang perlu aku pelajari mengenai minimalisme, namun hal sederhana ini cukup membanggakan sebagai langkah awal untuk menerapkan gaya hidup ini. Terkait dengan itu, aku ada beberapa saran ketika kamu sedang dihadapkan pada keadaan tersebut:

  • Fokus terhadap tujuan

Ke mall atau supermarket umumnya kamu pasti akan berbelanja, sebelum belanja akan sangat baik apabila kamu menuliskan apa yang akan kamu beli karena bisa terorganisir baik dari pengeluaran hingga waktu. Kalau ke mall atau supermarket sekedar untuk jalan-jalan, ini yang sebaiknya dipikirkan kembali karena bisa saja dengan dorongan sedikit saja bisa tutup mata untuk membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

  • Kebutuhan atau Keinginan

Hal ini yang perlu membuat diri kita sadar sebelum menentukan untuk membeli barang. Mungkin kedengarannya sederhana, tapi ketika sudah mengetahui akan kebutuhan diri kita hal ini akan sangat membantu dalam memutuskan untuk membeli barang tersebut atau tidak. Aku sering membuat pertimbangan mengenai kebutuhan atau keinginan ketika akan membeli barang, terkadang ada beberapa aspek yang aku pikirkan:

  1. Kalau aku beli barang tersebut, apakah akan aku gunakans secara terus menerus?
  2. Apakah barang tersebut hanya akan membuat aku produktif?
  3. Ketika dihadapkan untuk membeli barang dengan harga yang relatif mahal, aku selalu berpikir ketika membeli barang tersebut apakah nantinya simpanan aku akan aman?
  4. Memikirkan benda produktif lainnya yang bisa jadi investasi untuk diriku ketimbang membeli barang yang diinginkan.
  • Masa Bodoh

Lihat kanan dan kiri diskon pakaian sangat menggoda, 50% untuk pakaian-pakaian merek ternama. Tapi disinilah menurut aku perpaduan antara gaya hidup ini ditambah dengan sadar akan kebutuhan mulai bekerja. Aku masa bodoh dengan besarnya angka-angka diskon tersebut. Intinya, ketika sudah bisa sadar akan apa yang dibutuhkan secara otomatis pikiran juga akan masa bodoh dengan besarnya diskon-diskon tersebut.

  • Lingkupi diri dengan orang-orang yang tepat

Sejauh ini aku belum menemukan teman-teman dalam pergaulanku yang menerapkan gaya hidup minimalisme, podcast & informasi dari berbagai akun sosial media yang terkait mengenai minimalisme membantu diriku untuk memperluas pengetahuan diriku mengenai minimalisme. Berada disatu komunitas yang sesuai dengan nilai yang kamu terapkan dalam hidup menurutku akan sangat membantu mengenai penerapan gaya hidup ini. Manfaatkan berbagai media untuk pengembangan diri.

Memasuki hari ke-6 Imlek, aku bangga bisa menerapkan minimalisme, meskipun masih dengan langkah yang kecil. Imlek menurutku bukan mengenai hal-hal baru, tapi sebagai momen untuk bertemu bersama dengan keluarga & teman-teman. Gong Xi Fa Chai!

Sumber foto:
Photo by Lalitphat Phunchuang on Unsplash

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: