Mengenal Apa Itu Onomatopoeia: Si Pemberi Bunyi dalam Kata

Sekarang, Ceritaricky.com tersedia dalam audio artikel, cek di Soundcloud untuk mendengarkan audio artikel aku.

“Duh, kepala aku nyut-nyutan nih”.
AUUUUU” seekor serigala melonglong ditengah malam.
BOOOM!” terdengar suara letusan digedung tersebut.

Kita sering membaca atau mengucapkan berbagai kata-kata tersebut dalam berbagai tulisan ataupun percakapan, tapi tahukah kamu bahwa semua istilah tersebut dinamakan Onomatopoeia? Onomatopoeia secara sederhana diartikan sebagai kata yang menirukan suara untuk memberikan representasi makna melalui indrawi kita.

Onomatopoeia dalam bahasa Yunani terbagi menjadi 2 kata yakni Onoma yang berarti nama, dan Poeia yang berarti saya buat atau saya lakukan, sehingga artinya adalah “menamai sebagaimana bunyinya”. Dalam buku The Book of Ikigai karya Ken Mogi, onomatopoeia diartikan lebih mendalam yakni kata-kata yang merangsang indera pendengaran untuk memberikan gambaran objek yang direpresentasikannya karena teks memiliki keterbatasan dalam menyampaikan detail indrawi.

Diberbagai literatur dari berbagai negara, onomatopoeia sendiri sering disematkan untuk menambah pengalaman membaca dan berimajinasi dari para pembacanya. Selain itu, umumnya onomatopoeia juga digunakan pada kata kerja dan kata benda.

Bahkan tak jarang, kata-kata dari onomatopoeia sudah sering digunakan dan bahkan telah kita terima layaknya kata-kata umum, seperti dalam bahasa Indonesia sendiri, berikut adalah contoh-contoh onomatopoeia yang sering kita jumpai:

“Hahahaha” yang direpresentasikan sebagai suara manusia tertawa.
“Menggonggong” yang merepresentasikan suara anjing.
“Mengeong” yang merepresentasikan suara kucing.
“Mooo” yang merepresentasikan suara sapi.
“Aw” yang merepresentasikan suara manusia yang kaget terkena sesuatu.
“Mengaum” yang merepresentasikan suara hewan yang sedang berteriak.

Source: The Amazing Spiderman

Pada komik, onomatopoeia paling banyak kita jumpai, perhatikan saja bagian suasana dari lingkungan yang ingin digambarkan ataupun aksi yang sedang dilakukan oleh seorang atau beberapa karakter, terdapat kata-kata yang menggambarkan hal tersebut seperti:

“Cling” yang menjelaskan benda besi terjatuh atau bertabrakan.
“BAAM” suara tinjuan.
“Klik” suara plastik yang terkait.
“Wushhh” suara angin lewat.

Seperti yang dijelaskan oleh Ken Mogi, karena kata-kata memiliki keterbatasan makna sehingga penggunaan onomatopoeia memberikan makna yang lebih mendalam dan luas kepada pembacanya. Jadi, sekarang kamu sudah tahu bahwa istilah-istilah unik tersebut dinamakan sebagai onomatopoeia.

Apa onomatopoeia favorit kamu?

2 thoughts on “Mengenal Apa Itu Onomatopoeia: Si Pemberi Bunyi dalam Kata

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: