6 Dasar Menjadi Pengelola Keuangan Untuk Diri Sendiri

Merasa ga sih, makin kesini pendidikan keuangan di Indonesia semakin terdengar dimana-mana? Ini bermanfaat banget untuk kita, para milenial, untuk semakin sadar dengan pengelolaan keuangan. Sebut saja Jouska.id yang giat memberikan informasi dan drama-drama dari netijen mengenai keuangan, menarik, sangat menarik.

Sekarang ini aku juga mulai tertarik untuk menata dan mendata kembali, iya aku berusia 25 tahun dan baru sekarang mulai melakukannya, telat? Mungkin, namun paling engga aku memutuskan untuk memulai.

Aku mendapatkan wawasan yang menarik dan bermanfaat dari sebuah buku karya Lutfi Rizki dan Iin Susanto yang berjudul “10 Langkah Mudah Menjadi Financial Planner Untuk Diri Sendiri”, buku ini lebih ditujukan kepada para milenial yang masih menjadi karyawan untuk sekarang ini.

Dari 10 langkah yang disampaikan, aku merangkum menjadi 6 langkah yang menurut aku bermanfaat untuk diri aku dan bisa jadi untuk kamu. Berikut adalah 6 langkah tersebut:

Langkah PERTAMA

Tentukan Tujuan Keuangan

Dari poin pertama ini, sub judulnya sudah jelas bahwa untuk perencanaan keuangan memerlukan tujuan yang ingin dicapai. Dibutuhkan konsistensi untuk mencapai tujuan finansial yang diinginkan.

Untuk dapat menentukan tujuan keuangan, terdapat 5 langkah yakni SMART:
• Specific (Spesifik)
• Measurable (Dapat diukur)
• Achievable (Dapat dicapai)
• Realistic (Realistis)
• Time Bound (Jangka waktu)

Sumber: 10 Langkah Mudah Menjadi Financial Planner Untuk Diri Sendiri

Langkah KEDUA

Membuat Daftar Kebutuhan & Keinginan

Oke oke, yang ini masih bergulat dengan pemikiran diri sendiri buat bertahan dengan kebutuhan atau ngalah sama keinginan.

Sumber: 10 Langkah Mudah Menjadi Financial Planner Untuk Diri Sendiri

Langkah KETIGA

Menyiapkan Dana Darurat

Ini yang masih terngiang dipikiran aku ketika dulu aku hampir ambil keputusan resign tanpa pikir panjang mengenai dana yang aku punya direkening. Untungnya kini bisa membaca buku ini sehingga pikiran aku terbuka.

Dana darurat ditujukan untuk keperluan-keperluan darurat yang kita alami sehingga tidak mengganggu tabungan ataupun investasi sendiri karena sudah di cover dengan dana ini.

Cara mempersiapkan dana darurat:
1. Harus likuid, simpan di bank, apabila bisa bank yang terpisah.
2. Mempersiapkan minimal 6 – 12 kali pengeluaran perbulan.
Misalnya, total pengeluaran sebulan adalah Rp 4.000.000 maka dana darurat yang ideal adalah Rp 4.000.0000 x 6 bulan = Rp 24.000.000. Besar yah, iyalah namanya juga kebutuhan darurat. Banyak aspek yang mempengaruhi kapan kita akan memerlukan dana darurat.
3. Dana darurat baik disimpan mulai 5 – 10% dari pendapatan.

Langkah KEEMPAT

Asuransi

Sejauh ini aku pikir bahwa asuransi bukanlah hal yang penting, tapi setelah dipikir-pikir dan diberi perspektif yang berbeda. Memiliki asuransi merupakan hal yang patut aku pertimbangkan.

Terlebih untuk asuransi yang dapat diambil uangnya setelah tahun tertentu.

Berdasarkan dari Jouska.id, untuk aku yang masih belum ada tanggungan lebih baik mengambil Asuransi Kesehatan (Askes).

Langkah ke LIMA

Investasi

Intinya untuk investasi, high risk high gain atau dalam istilah lain dari @Stockgasm.id high risk high knowledge. Karena aku masih belum memiliki pengetahuan dasar & luas mengenai investasi di saham, aku mendapatkan pengetahuan dasar yang baik dari penjabaran buku ini mengenai instrumen-instrumen investasi yang tepat untuk aku saat ini.

1. Reksadana
Alternarif terbaik saat ini untuk aku adalah reksadana. Ada beberapa pertimbangan yang pertama adalah adanya manajer investasi yang mengelola dana investasi, terdapat beberapa jenis reksadana yang tersedia di pasar saat ini ada yang low risk sampai high risk. Namun tetap perlu diperhatikan, semakin tinggi resikonya semakin besar pula persentase keuntungannya.

Mengenai investasi awal, disarankan untuk membagi beberapa investasi. Tujuannya adalah ketika salah 1 sedang turun, maka semua uang tidak akan ludes.

2. Emas
Emas bisa jadi salah satu investasi pilihan yang bertujuan untuk mempertahankan nilai mata uang yang dikeluarkan dan juga menambah, namun kekurangannya adalah % dari returnnya tergolong kecil.

Investasi emas terbagi jadi 3:
1. Emas Perhiasan
Seperti yang pada umumnya, ada fisik namun kekurangannya ada biaya pembuatan yang dibebankan ke kita sehingga ketika menjual kembali perhiasan tersebut, harga pembuatan tidak termasuk.

2. Emas Batangan
Emas batangan bisa dikatakan lebih unggul dibandingkan dengan perhiasan. Emas batangan bisa dibeli mulai dari 1 gram hingga 100 gram dengan kadar 99,9%. Emas yang diterima di Indonesia adalah emas yang dikeluarkan oleh PT Aneka Tambang. Dalam membeli emas batangan, terdapat sertifikat.

3. Koin Emas
Koin emas umumnya disediakan untuk yang ingin menunaikan ibadah haji dan di keluarkan oleh instansi bank.

Tips Investasi Emas
1. Membeli emas batangan atau koin
Karena biaya pembuatan tidak dibebankan kepada kita.
2. Saat membeli emas batangan atau koin, pastikan disertai sertifikat. Sertifikat berisi informasi mengenai nomor ID, berat, ukuran, dan kadar emasnya.
3. Sebaiknya membeli emas secara tunai.
4. Membeli emas dalam ukuran besar, semakin besar koin atau batangan yang dibeli semakin murah harganya.

Langkah KEENAM

Utang

Ini komponen yang perlu diperhatikan dalam manajemen finansial. Agar tidak masuk dalam “rat race” kata Robert Kiyosaki, dalam utang juga diperlukan manajemen.

Memperhatikan rasio utang dengan penghasilan
Disarankan untuk rasio dalam utang adalah 30% dari total jumlah penghasilan utama.

Misalnya pendapatan 5jt, maka total utang yang dianjurkan adalah:
5jt x 30% = 1,5 juta.

Kalau dirasa takut pengeluaran keuangan kita tidak sesuai dengan rencana. Bisa menerapkan Manajemen by Amplop oleh Aidil Akbar Madjid.
Uang-uang kita dimasukkan kedalam amplop berdasarkan rencana uang yang telah kita buat dengan tujuan agar semua terencana.


Menarik bukan? Tepuk tangan untuk tips bermanfaat dari Lutfi Rizki dan Iin Susanto. Semoga semakin banyak milenial yang tersadarkan mengenai pentingnya mengelola keuangan. Apa tips yang kamu lakukan untuk pengelolaan keuanganmu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: