Mengungkapkan Perasaan Terpendam Melalui Jurnal, Sebuah Pengalaman Mengenal Diri Lebih Dalam Melalui Tulisan

Terkadang buat mulai obrolan intim dengan orang mengenai apa yang sedang dialami memerlukan momentum yang tepat, ya kita semua suka menunggu momen. Terlebih kalau ada uneg-uneg yang kepengen dikeluarkan tapi engga tahu mau diomongkan dengan siapa. Ada salah satu cara untuk kamu dapat bercerita dengan leluasa, bahkan hal-hal yang tidak kamu ingin ungkapkan kepada orang, cara itu adalah jurnal.

Jurnaling
Photo by Thought Catalog on Unsplash

Ide dasar dari jurnal adalah menuliskan apa yang ada dipikiranmu kedalam sebuah buku khusus ataupun di catatan pada smartphone kamu. Hanya itu saja. Lalu apa bedanya dengan catatan harian atau diari? Diari merupakan bagian dari jurnaling.

Jadi begini, tujuan dari jurnal adalah, tergantung apa yang ingin kamu capai, apakah kamu ingin menggunakan jurnal sebagai pengukur untuk progres yang sedang kamu lalui terhadap suatu kerjaan, perjalanan kamu di suatu tempat, cara untuk mencapai tujuan atau bahkan menuliskan kegiatan sehari-hari sampai perasaan kamu.

Melihat 3 bulan kebelakang ini, aku membaca kembali jurnalku dan melihat bagaimana aku melewati dan menghadapi hari-hari lalu itu. Meskipun terkadang ada hari yang tidak terisi jurnal, yes aku malas. Tapi pada akhirnya aku senang bisa melakukan kebiasaan jurnal ini.

Kebiasaan dalam melakukan jurnal ternyata memiliki dampak positif terhadap orang-orang yang secara konsisten melakukannya lho. Berdasarkan pengalaman pribadi aku, jurnal membantu aku secara pribadi dalam:

  1. Mengungkapkan apa yang terpendam dalam diriku bahkan ketika ungkapan tersebut engga bisa aku katakan kepada orang lain
  2. Melihat bagaimana perkembangan diri dari hari ke hari
  3. Mengetahui apa yang aku inginkan, seperti mencari passion
  4. Membuat aku lebih mengenal diriku sendiri
  5. Membangun kebiasaan menulis

Akan ada hari dimana semuanya berjalan dengan lancar dan ada juga hari ketika aku merasa sedang ber “perang” dengan pikiranku sendiri. Disaat seperti itulah jurnaling menjadi teman yang tepat untuk aku mengungkapkan semua isi pikiranku secara personal dan tanpa ada hal yang membebani aku untuk mengungkapkannya.

Ada 2 pilihan kalau kamu ingin memulai jurnal, yang pertama adalah cara tradisional yaitu menyiapkan sebuah buku, sesuka kamu untuk ukurannya tapi akan lebih baik dengan ukuran yang kecil agar bisa dibawa kemana pun.

Buku note untuk jurnaling
Photo by Mike Tinnion on Unsplash

Cara kedua adalah dengan menuliskan jurnal melalui smartphone. Ada banyak pilihan aplikasi yang bisa kamu gunakan, sejauh ini aku nyaman menggunakan aplikasi Journey di Android atau iOS karena fitur-fiturnya yang mencukupi penggunaan aku yaitu dapat mengunci aplikasi itu, memasukkan gambar, video atau audio, suasana ketika aku menulis jurnal dan beberapa pengaturan sederhana pada paragraf.

Jurnaling dari smartphone
Photo by Gilles Lambert on Unsplash

Menurut aku, kebiasaan ini terbilang hal yang sepele, tapi karena dianggap sepele banyak yang engga tahu manfaat buat si penulisnya. Sampai hari ini aku masih meluangkan waktu sebelum tidur untuk nulis jurnal. Waktu untuk nulis jurnal bisa kapan saja karena kita yang memegang kendalinya, jadi fleksibel.

Buku Effortless Journaling

Dalam buku karya S. J. Scott & Barrie Davenport yang berjudul Effortless Journaling, How To Start A Journal, Make It A Habit, And Find Endless Writing Topics ada keterkaitan positif juga lho antara jurnal dengan kesehatan fisik, mental dan produktivitas.

Engga ada salahnya untuk kamu coba jurnal, kalau dirasa tantangan buat 1 bulan ngelakuin jurnal terlalu lama, coba deh bertahap dengan langkah kecil bisa dari 3 hari berturut-turut nanti baru bertahap dilakukan setiap hari sampai 1 bulan. Dan lihat kembali tulisan kamu, agak lucu sebenarnya ketika kita lihat balik tulisan tentang apa yang dialami diwaktu lampau. Paling engga bakalan ada segelintir memori yang balik ketika baca jurnalnya.

Jurnal pantas untuk kamu coba. Selamat berjurnal ria temans!

One thought on “Mengungkapkan Perasaan Terpendam Melalui Jurnal, Sebuah Pengalaman Mengenal Diri Lebih Dalam Melalui Tulisan

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: